18423690_809145499237473_3442665515040076941_n

Rahmad dan Rizky Halawa, dulu anak yatim yang sempat di kabarkan tewas diseret arus banjir bandang saat mempertahankan perahu di bawah jembatan Sihitang Jalan Baru Kota padangsidempuan, kini sudah tersenyum kembali.

Sebab, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu dan ketua DPC Gerindra Padangsidempuan Rahmat Edi Matondang telah mengganti perahu yang hilang deseret banjir bandang dua bulan lalu.

Pagi itu, Jum’at (12/5), halaman Madrasah Iftidaiyah Negeri (MIN) 2 Palopat Pijorkoling, Kec. Sidimpuan Tenggara diguyur gerimis. Disana ada perahu kecil bercat merah putih.

Rahmat Halawa, 14, dan adiknya Rizky Halawa, 11, berdiri di depan perahu, Meski tersenyum, Meski tersenyum, mata mereka berlinang ketika menyalami Gus dan Edi yang menyerahkan bantuan perahu dari Gerindra.

Terima kasih Pak, semoga perahu ini mampu membawa kami mengarungi kehidupan dan melanjutkan sekolah, kata rahmat.

Diceritakannya, paa Minggu 26/3 sore, mereka baru tiba di rumah usai bekerja mencari pasir di sungai. Lalu tetangganya datang dan bercerita bahwa Sungai Batang Ayumi meluap dan menyapu rumah di pusat kota.

Spontan dua bersaudara ini berlari ke Jembatan sihitang Jalan Baru Sidimpuan, untuk menyelamatkan perahu peninggalan mendiang ayah yang sehari – hari di pakai mencari nafkah dan membiayai sekolah.

Tiba di lokasi, air sudah meluap dan menggenangi kebun di bantaran sungai Perahu ter ombang-ambing di permukaan air dan jika tidak segera di selamatkan maka ankan hanyut di seret air bah.

Mereka buka tali perahu yang di ikat di sebatang pohon, lalu menariknya ke pingir jalan. Naas bagi keduanya, kayu besar yang hanyut dari hulu sungai menghantam perahu itu dan menyeretnya ke hilir sungai. Rahmat dan Rizky yang tangannya masih terlilit tali perahu, ikut hanyut, Untung saja saat itu ada warga yang melihat dan segera mengabarkan ke masyarakat desa Palopat Pijorkoling bahwa dua anak itu telah hanyut.

Ratusan Warga mendatangi lokasi dan menyisir sungai hingga dini hari. Karena tidak menemukannya, warga menyimpulakan rahmat dan Rizky telah tewas dan mengumukna lewat pengeras suara di mesjid.

Tuhan berkehendak lain, dua yatim ini selamat setelah bergelayut di ranting pohon di pinggir sungai. Pagi hari setelah banjir surut, warga yang datang menyaksikan bekas lintasan air bah menemukan Rahmat dan Rizky dalam kondisi lemas di pinggir sungai.

Leave a Comment